Senin, 21 Maret 2011

tugas perencanaan kota

RESUME
STRUKTUR TATA RUANG DAN BENTUK KOTA

Pertumbuhan dan perkembangan memiliki arti yang berbeda. Pertumbuhan biasanya ditunjukkan dengan angka-angka, misalnya petumbuhan jumlah penduduk.  Sedangkan perkembangan lebih bersifat spasial yang berupa luasan, misalnya perkembangan wilayah yang meluas keluar. Suatu kota biasanya selalu mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang terkadang justru menimbulkan beberapa masalah karena semakin banyaknya jumlah penduduk yang harus dilayani. Masalah yang sering terjadi di kota, antara lain kemacetan, banjir, penurunan kualitas pelayanan hunian dan sebagainya. Perencanaan suatu kota disesuaikan dengan potensi dan kendala yang dimiliki oleh kota tersebut dengan tujuan untuK memperoleh kenyamanan hidup yang berkelanjutan.
Struktur kota bisa terbentuk secara alamiah maupun buatan. Munculnya kota bisa berada di beberapa tempat seperti:
-       dekat perbukitan seperti Kota Zurich,
-       di sepanjang aliran sungai seperti Kota Palembang yang memanfaatkan sungai Musi, dan
-       ditepi laut (pantai) seperti Kota Semarang.
Bentuk kota berbeda dengan struktur kota. Bentuk kota  terjadi akibat adanya perluasan kota. Bentuk kota bermacam-macam, ada yang berbentuk lingkaran, pita, kipas atau gurita.  Struktur kota merupakan jaringan-jaringan  yang membuat kota dapat hidup (jaringan jalan). Di suatu kota terdapat pusat kota (inner city) yang juga merupakan CBD atau merupakan downtown (titik tumbuh kota) yang dikelilingi oleh daerah urban dan diluarnya merupakan daerah phery-phery atau pinggiran sebagai pembatas antara kota dengan desa.
Struktur kota ada 3 macam, yaitu:
-       Konsentris, dengan pusat ditengah dan dan daerah urban berada disekeliling membentuk lingkaran diikuti daerah pinggiran.
-       Sektoral, dengan pusat ditengah, namun pertumbuhan tiap sektor hanya kesatu arah atau dua arah
-       Multiple nuclei, kota dengan banyak pusat namun tetap ada pusat utama. Beberapa kota di Indonesia umumnya merupakan tipe ini.
Kota tumbuh karena adanya keunggulan yang bersaing (Competitive Advantage). Pertumbuhan suatu kota dapat dilihat dari luasnya kawasan terbangun, pertumbuhan jumlah penduduk, pertumbuhan ekonomi, dan sebagainya. Pertumbuhan suatu kota bisa berlangsung secara cepat maupun lambat sesuai dengan kondisi alamiah dan buatan. Kondisi alamiah seperti kondisi topografi dan budaya. Misalnya, Yogyakarta yang lebih berkembang daripada Magelang, padahal tujuan wisatawan adalah Candi Borobudur yang terdapat di Magelang, namun wisatawan lebih banyak menghabiskan waktu dan uang di Yogyakarta karena di sana banyak terdapat obyek wisata lainnya, misalnya keraton yang telah ada sejak zaman dahulu dan tidak terdapat didaerah lain.
Pertumbuhan kota yang tinggi karena jumlah penduduk yang tinggi pula menyebabkan lahan semakin sempit, akibatnya banyak bermunculan highrise building. Sedangkan akibat dari perkembangan kota, kota semakin melebar kearah pinggiran sehingga terjadi perubahan bentuk dan struktur kota. Kota dapat mengalami perkembangan seperti kesamping, kesatu arah atau kesegala arah seperti bintang.
Beberapa pakar memiliki pendapat yang berbeda terhadap unsur pembentuk struktur ruang kota , seperti:
-       Kevin Lynch : edges, paths, district, nodes dan landmark
-       Doxiadis : alam, manusia, masyarakat, gedung (ruang), dan jaringan
-       Kus Hadinoto : wisma, karya, marga, suka, penyempurna
-       Patrict Geddes : place, work, folk

Tidak ada komentar:

Posting Komentar