Senin, 21 Maret 2011

PURWODADI : The Agricultural City



Purwodadi adalah ibu kota Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah Indonesia dengan geografi berbentuk lembah yang diapit oleh dua pegunungan kapur, yaitu Pegunungan Kendeng di bagian selatan dan Pegunungan Kapur Utara di bagian utara yang keduanya membujur dari barat ke timur. Dua pegunungan ini terdiri dari hutan jati, mahoni dan campuran yang memiliki fungsi sebagai resapan air hujan ,juga sebagai lahan pertanian meskipun dengan daya dukung tanah yang rendah. Lembah yang membujur dari barat ke timur merupakan lahan pertanian yang produktif, yang sebagian telah didukung jaringan irigasi. Lembah ini selain dipadati oleh penduduk juga terdapat banyak aliran sungai, jalan raya dan jalan kereta api.
Secara geografis luas wilayah Kabupaten Grobogan adalah 1.975,86 km². Dan merupakan wilayah terluas nomor dua setelah Kabupaten Cilacap.  Kabupaten Grobogan terbagi menjadi 19 Kecamatan dan 280 Desa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati, Kabupaten Kudus, Kabupaten Blora di sebelah utara, Kabupaten Sragen, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Semarang di sebelah selatan, Kabupaten Semarang dan Kabupaten Blora di sebelah barat, serta Kabupaten Blora di sebelah timur.
 Asal mula disebut nama Grobogan, menurut tutur cerita, suatu ketika pasukan demak di bawah pimpinan Sunan Ngundung dan Sunan Kudus menyerbu ke pusat Kerajaan Majapahit. Dalam pertempuran tersebut pasukan demak memperoleh kemenangan gemilang. Runtuhlah Kerajaan Majapahit. Ketika Sunan Ngundung memasuki istana, dia menemukan banyak pusaka majapahit yang ditinggalkan. Benda - benda itu dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam sebuah grobog, kemudian dibawa sebagai barang boyongan ke demak. Di dalam perjalanan kembali ke Demak, grobog tersebut tertinggal di suatu tempat karena sesuatu sebab. Tempat itu kemudian disebut Grobogan. Dengan demikian "grobog" berarti tempat menyimpan senjata/ barang pusaka.
Sedangkan Purwodadi sebagai kota Kabupaten Grobogan mempunyai arti  "purwa" berarti "permulaan" (jawa : kawitan), "dadi" artinya "jadi" (jawa : dumadi). Jadi "yang mula - mula jadi, purwaning dumadi : sangkan paraning dumadi. Hal ini dikaitkan dengan cerita Aji Saka dengan carakan jawa-nya yang mengandung ajaran filsafat hidup dan kehidupan manusia "manunggaling kawula gusti", dari sejak asal mula manusia di dunia ini .
Saat ini, sebagian besar penduduk Grobogan bermata pencaharian sebagai petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai pengusaha buruh industri / konstruksi,  pedagang, dan pegawai negeri sipil / tni / polri, meskipun persentasenya sangat kecil.
 Grobogan merupakan daerah penanaman padi terluas ketiga di Jawa Tengah, tidak hanya dari produksi padi, produksi jagung Grobogan juga merupakan produksi terbesar di Jawa Tengah. Menyiasati kegagalan panen yang sering terjadi akibat banjir tahunan dan gangguan hama, sehabis panen raya petani Grobogan memanfaatkan lahan sawahnya untuk menanam kapas. Petani berhasil mengembangkan produksi tanaman kapas sehingga Grobogan terkenal sebagai penghasil kapas terbesar di Jateng. Produksi kapas Grobogan ini turut menyumbang kebutuhan serat kapas nasional yang pemenuhannya oleh produksi dalam negeri.
 Dari segi potensi pertanian, Kabupaten  Grobogan termasuk salah satu penyangga beras nasional,karena sebagian besar wilayah Grobogan adalah areal persawahan dimana hal itu ditunjang dengan pengairan yang baik yaitu dari Bendungan Klambu, Bendungan Sedadi, Bendungan Kedung Ombo dan lain - lain. Dari segi industri Kabupaten Grobogan juga sangat strategis ditinjau dari letaknya yang berdekatan dengan Semarang, Boyolali, Solo, Sragen, Blora, Pati, Kudus, dan Demak, hal itu sangat potensial sekali apa lagi ditunjang oleh tenaga kerja yang banyak dan berdedikasi serta loyalitas tinggi.
Banyak potensi kepariwisataan yang dimiliki baik wisata alam maupun seni budaya yang bisa dinikmati di Kabupaten Grobogan. Kini Grobogan memiliki sembilan objek wisata andalan. Sembilan objek wisata di Grobogan yang berpotensial maksimal yakni Bledug Kuwu, Waduk Kedung Ombo, Goa Macan dan Goa Lawa, air terjun Widuri, Api Abadi Mrapen, Makam Ki Ageng Selo, Ki Ageng Joko Tarub, dan Ki Ageng Lembu Peteng. Namun sayangnya, hingga saat ini potensial tersebut belum dimanfaatkan dan dikelola secara maksimal.
Di Kabupaten Grobogan ini juga terdapat masakan khas yaitu sweike dan garang asem serta oleh - oleh berupa garam dari bleduk dan kecap asli Purwodadi yang rasanya sangat unik dan enak untuk dinikmati. 




Sumber :
“Sembilan Objek Wisata Andalan Grobogan” dalam www.kompas.com. Edisi 6 September 2008.
“Purwodadi, Grobogan” dalam Wikipedia bahasa Indonesia. 16 September 2009.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar